Kue Kering Lebaran Cookico Omset Ratusan Juta

No comment 3819 views

Kue kering lebaran – Salah satu usaha yang mengalami lonjakan permintaan di bulan ramadhan dan menjelang lebaran seperti ini adalah kue kering. Salah satunya dialami oleh usaha kue kering brand cookico yang mampu meraih omset Rp. 110 juta sejak berdiri tahun 2014 lalu. Seperti apa lika liku usahanya?

Hobi membuat kue dengan berbagai macam resep masakan aneka kue mendorong Rexy Raudha dan Fitria Heryani menekuni usaha kue kering yang dinilai berprospek di bulan ramadhan dan menjelang lebaran seperti ini.

Modal usaha kue kering lebaran

Usaha kue kering Cookico dibangun dengan modal awal sebesar Rp. 5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku seperti telur, gula, margarin, tepung, susu dan keju. Untuk peralatan produksi, mereka menggunakan peralatan yang sudah ada di rumah.

Prospek usaha kue kering lebaran

Prospek usaha kue kering ini cukup bagus terutama menjelang hari raya lebaran. Karena seperti kita ketahui, akan banyak bermunculan aneka kue menjelang lebaran, baik kue kering maupun basah, mulai dari nastar keju, kue kering kacang, dan aneka cookies lainnya.

Semuanya dibuat dengan resep kue kering sederhana hingga resep yang unik. Namun sebelum artikel ini melenceng jauh hingga membahas kumpulan resep kue kering lebaran, ada baiknya saya memfokuskan kembali tulisan ini pada usaha Cookico.

Pada momen menjelang lebaran, permintaan kue produk Cookico selalu mengalami peningkatan. Saking banyaknya permintaan, Rexy dan Tria sering kewalahan dalam memenuhinya.

kue kering lebaran

Kue kering lebaran Cookico / gambar via instagram cookicojkt

Berdasarkan pengalaman, kue kering lebaran akan jatuh harganya sehabis lebaran. Untuk menyiasati hal tersebut, Rexy dan Tria memiliki cara tersendiri yang telah ia pelajari selama menjalankan usaha kue keringnya, yaitu dengan memperoduksi varian kue kering dan basah yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Meski banyak pelaku usaha kue kering musiman yang muncul di bulan ramadhan serta menjelang lebaran, Rexy dan Tria tak mau ambil pusing mengenai persaingan. Ia mempunyai trik agar pengunjung tetap loyal dengan kue kering produk Cookico.

Beberapa trik tersebut antara lain dengan mengedapankan kualitas rasa, terus berinovasi menghadirkan varian kue baru, memperhatikan tekstur, menjaga kualitas bahan dan masa kadaluarsa.

Varian kue kering Cookico

Awalnya Rexy dan Tria hanya menyediakan 2 jenis kue kering, yaitu kaastangel dan putri salju. Seiring berkembangnya waktu, sekarang Rexy dan Tria sudah mampu menawarkan 5 varian kue kering khas Cookico.

Daftar harganya : Kaastangel Rp. 85 ribu – Rp. 130 ribu per toples, putri salju original Rp. 75 ribu hingga Rp. 110 ribu per toples, putri salju cheese (keju) Rp. 80 ribu sampai Rp. 120 ribu per toples, putri salju green tea Rp. 75 ribu hingga Rp. 110 ribu per toples.

Lidah kucing original dan lidah kucing green tea Rp. 75 ribu hingga Rp. 110 ribu per toples, Chocolate Chip Cookies Rp. 70 ribu hingga Rp. 100 ribu per toples dan nastar Rp. 65 ribu sampai Rp. 110 ribu per toples.

Dari semua jenis kue, yang menjadi favorit konsumen adalah nastar, kaastangel dan putri salju cheese. Rexy dan Tria menawarkan harga khusus untuk pembelian minimal 10 toples dengan diskon harga mencapai 10%. Selain menjual satuan, mereka juga menjual parcel kue lebaran, dimana satu parcel berisi 2-6 toples.

Keunggulan kue kering Cookico

Selain banyaknya varian rasa, keunggulan lain dari Cookico adalah penggunaan bahan-bahan premium dalam pembuatan kue. Selian itu juga tidak menggunakan pengawet.

Meski tidak menggunakan pengawet, kue produksi Cookico dapat bertahan hingga 2-3 bulan, tanpa berubah rasa, tekstur, warna dan aroma.

Kue kering bisa awet karena digunakannya gula sebagai pengawet alami. Selain itu, lamanya pemanggangan kue hingga matang sekitar 20 menit juga mempengaruhi lama masa kadaluarsa kue.

Satu hal yang penting dan harus diperhatikan adalah, sebelum kue dikemas dalam toples, pastikan kue harus benar-benar dingin terlebih dulu.

Proses pembuatan kue kering lebaran

Agar kue yang diproduksi benar-benar berkualitas, diperlukan langkah-langkah cara membuat kue yang baik, terutama ketika mencampur adonan. Langkah di bawah ini bisa anda jadikan sebagai resep kue kering lebaran terbaru, meski tanpa gambar, tapi tetap jelas kok :)

Cara membuat kue nastar, hal pertama yang dilakukan adalah mencampur margarin, butter, kuning telur dan gula halus yang dikocok dengan mixer selama 2 menit.

Selanjutnya, bahan kering seperti tepung terigu, susu bubuk, tepung dan parutan keju dimasukkan dan dicampur kembali hingga merata dan kalis menggunakan sendok kayu.

Kemudian, adonan nastar dibentuk dengan cara dikepal-kepal dengan tangan hingga menjadi bulatan kecil lalu dipipihkan untuk diisi bagian tengahnya dengan selai nanas kombinasi cengkeh.

Setelah ditutup kembali, adonan ditata dalam loyang berbahan seng dan dipanggang dalam oven gas berukuran 1,2 meter selama kurang lebih 10 menit dengan suhu 250 derajat celcius.

Setelah 10 menit, adonan nastar dikeluarkan dari oven dan kemudian dioles bagian atasnya dengan campuran yang terdiri dari susu cair, madu dan kuning telur.

Setelah dioles, adonan nastar kemudian ditaburi parutan keju dan panggang kembali oven selama kurang lebih 20 menit dengan suhu 150 derajat celcius.

Pengolesan adonan dengan campuran susu, madu dan telur berfungsi sebagai perekat adonan nastar agar tidak pecah saat dipanggang dan supaya hasil kue terlihat lebih cantik serta menggugah selera.

Dalam pembuatan kue kering, proses pemanggangan adalah sebuah proses inti yang sangat menentukan. Suhu saat memanggang yang tepat sangat mempengaruhi kualitas kue kering agar tidak cepat gosong atau hanya matang di bagian luarnya saja.

Setelah nastar matang, biasanya nastar didiamkan beberapa saat, kira-kira 10 menit sebelum ditata dalam toples agar warna toples tidak menjadi buram karena panasnya kue.

Setelah nastar dingin, baru letakkanlah nastar pada cup berukuran kecil sebelum ditata dalam toples. Dalam satu toples ukuran 500 gram, biasanya diisi dengan 25 keping nastar. Untuk 1 kg adonan bisa menghasilkan 6 toples nastar.

Rexy dan Tria mampu memproduksi sekitar 1.000 toples kue kering perbulan dengan harga rata-rata Rp. 110 ribu, sehingga omset yang didapat bisa mencapai Rp. 110 juta dengan keuntungan mencapai 50 %.

Pemasaran usaha kue kering

Rexy dan Tria tidak melakukan hal khusus dalam promosi usaha kue kering lebaran yang dibuatnya. Mereka hanya melakukan promosi secara langsung yang dimulai dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman.

Selain itu, mereka juga memasarkannya secara online via instagram. Untuk mendukung promosi offline, mereka juga aktif mengikuti bazaar yang dilakukan di mal-mal.

Info lebih lanjut tentang Cookico :
Cookico
Lebak Bulus Residence, Jl. Lebak Bulus 2 No. 88 C Jakarta Selatan.
Telp : 085811699699
Instagram : @cookicojkt
Email : cookicojkt[at]gmail.com

Selama berbisnis kue kering, salah satu hal yang pernah menjadi kendalanya adalah rusaknya kue dan packaging ketika mengirim menggunakan jasa ekspedisi.

Untuk mengatasi hal tersebut, untuk sementara ini, Cookico hanya menerima pembeli dari daerah Jabodetabek dan jasa pengiriman menggunakan ojek online.

Demikianlah ulasan mengenai usaha kue kering Cookico yang mengalami kenaikan omset menjelang lebaran. Semoga bermanfaat dan menginspirasi :)

Referensi : Tabloid Peluang Usaha Edisi 09 Th XI April – Mei 2016

Pencarian peluang usaha terbaru lainnya :

  • bisnis kue lebaran
  • bisnis kue kering
  • usaha kue kering
  • usaha kue lebaran
  • bisnis kue kering lebaran
  • usaha kue kering dengan modal kecil
  • cara bisnis kue kering
  • peluang usaha kue kering
  • usaha kue kering lebaran
  • usaha kue kering untuk lebaran
author
PeluangUsahaTerbaruku.com memberikan beragam artikel bisnis dan kewirausahaan yang bisa anda jadikan inspirasi dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Leave a reply "Kue Kering Lebaran Cookico Omset Ratusan Juta"