Les Vokal Dan Musik KBL Cetak Banyak Bintang

No comment 8065 views

Les vokal KBL – KBL adalah singkatan dari Karunia Bersama Lucky. Di dunia tarik suara, namanya kian bersinar karena sukses mencetak banyak penyanyi terkenal, diantaranya yaitu Agnes Monica. KBL merupakan tempat belajar olah vokal dan musik yang kini memiliki 14 cabang, dimana 1 cabangnya beromset Rp. 150 juta per bulan!

Keinginannya mengembangkan vokal anak-anak agar bisa menjadi penyanyi yang mengharumkan Indonesia di dunia internasional, membuat Feibe Pusung dan Lucky Tampilang yang sudah lama menekuni dunia tarik suara, sepakat membuat tempat belajar menyanyi (kursus olah vokal).

les vokal

Agnes Monica bersama pelatih vokalnya Lucky Tampilang / gambar via kbl.co.id

Awal terbentuknya les vokal dan Musik KBL

Atas dasar keinginan di atas, di tahun 2001 mereka mendirikan tempat kursus bernyanyi dengan nama Sanggar Nyanyi. Dulunya Sanggar Nyanyi hanya menempati ruko kecil di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Utara.

Dengan modal awal Rp. 30 juta, mereka menyewa ruko itu seharga Rp. 12 juta per tahun. Kemudian sisa modal dialokasikan untuk membeli peralatan kursus. Seiring berjalannya waktu, di tahun 2003, Feibi dan Lucky sepakat mengganti nama tempat les vokal mereka menjadi Karunia Bersama Lucky (KBL) dengan motto “Everyone can sing”.

Mulanya, KBL hanya memiliki 2 kelas yang terdiri dari 16 murid, dan semuanya dididik langsung oleh Lucky beserta asistennya. Murid pertama mereka yang bisa dibilang sukses adalah Chyntia Kalalo yang berhasil menjuarai Festival Bintang SCTV.

Seiring bertambahnya murid-murid KBL, di tahun 2005 tempat les vokal ini menempati ruko baru di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sinilah KBL mulai berkembang menjadi tempat kursus bagi anak-anak yang ingin menguasai cara bernyanyi yang benar dan membentuk karakter vokalnya.

Hingga sekarang KBL telah berkembang menjadi 14 cabang dan sudah memiliki murid sekitar 1.000 an lebih dengan beragam usia.

Perizinan tempat les

Agar lebih profesional, setelah bisnisnya kian berkembang, Feibi pun mengurus berbagai perizinan yang diperlukan untuk tempat les vokal KBL tersebut. Untuk bisnis kursus menyanyi ini, ia hanya mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Menurutnya, pengurusan SIUP tersebut memakan waktu hingga 1 tahun. Febie tidak mengurus perizinan dari Dinas Pendidikan, karena tempat les vokal KBL termasuk lembaga informal.

Menu les vokal KBL

Ada tingkatan kursus menyanyi yang ditawarkan KBL, mulai dari basic, intermediate, pre advance dan advance. Dari tingkatan tersebut, dibagi lagi menjadi basic 1, basic 2, intermediate 1, intermediate 2, advance 1, advance 2.

Peserta kursus tak hanya mempelajari not-not balok, tapi juga diajarkan cara melatih teknik vokal yang berkualitas. Misalnya teknik vibrato, membangun koordinasi otot yang membuat murid dapat mengontrol pita suara, perluasan range vokal untuk mencapai 5 oktaf, melewati bridge dengan ringan, memperkuat power suara tanpa merusak pita suara, menyeimbangkan resonansi suara, hingga menyeimbangkan tekanan udara pada pita suara agar bisa mengeluarkan suara maksimal dengan kualitas yang baik.

Jadwal kursus KBL pada setiap tingkatan memakan waktu 4 bulan dengan sekali pertemuan tiap minggunya, dimana sekali pertemuan adalah 40 menit. Kegiatan kursus dimulai dari hari senin sampai sabtu jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Agar lebih maksimal dalam menyampaikan materi kursus, setiap pertemuan hanya dibatasi 1-2 murid dengan 1 instruktur.

Setelah melalui pelatihan selama 4 bulan, murid-murid les vokal KBL akan mendapatkan evaluasi pembelajaran oleh instruktur. Apabila dinyatakan lulus, maka peserta kursus dapat melanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi. Namun jika tidak lulus, bisa mengulangnya kembali dalam satu paket.

Selain mengadakan kursus menyanyi untuk anak-anak, KBL juga mempunyai kelas khusus menyanyi untuk karyawan. Program ini dinamakan Executive Class, yang memakan waktu kursus selama 2 bulan dengan total 6 pertemuan.

Pengajar Executive Class  biasanya langsung dipegang oleh Lucky Tampilang. Sekali pertemuan memakan waktu 40 menit. KBL juga memiliki program Choreography Class yang disediakan bagi anak muda yang ingin mengasah kemampuan mereka dalam koreografi. Kelas koreografi ini berlangsung selama 1 jam untuk yang mengambil Group Class, dan 30 menit untuk yang mengambil Private Class.

Pendaftaran 2 kelas khusus di atas adalah Rp. 125 ribu. Kemudian untuk Executive Class akan dikenai tarif kursus sebesar Rp. 1,5 juta untuk 6 kali pertemuan, dan Choreography Class sebesar Rp. 300 ribu untuk 4 kali pertemuan.

Biaya kursus

Menurut Feibe, biaya kursus yang ditawarkan cukup seimbang dengan materi yang didapat para murid. Dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 300 ribu (kelas anak-anak), murid akan langsung dites kemampuan vokalnya.

Hal ini dimaksudkan untuk penempatan kelas. Kelas basic dipungut biaya Rp. 600 ribu per bulan, kelas intermediate Rp. 700 ribu/bulan, Advance Rp. 800 ribu/bulan. Pada setiap kenaikan tingkatan, murid-murid les akan dikenai biaya Rp. 200 ribu dan mendapatkan sertifikat kelulusan.

Kelebihan les vokal KBL

Tak hanya mengajarkan materi teknik menyanyi yang baik, KBL juga memfasilitasi murid-murid untuk tampil dalam berbagai acara, baik on air ataupun off air. Hal ini dilakukan agar para murid tak hanya memiliki kualitas vokal yang bagus, namun juga kepercayaan diri ketika tampil di atas panggung.

Hingga kini, sudah banyak penyanyi sukses yang ditelurkan KBL. Diantaranya adalah Samuel (juara AFI 2004), Zaneta Naomi (terpilih sebagai satu-satunya pasangan duet David Foster dari Indonesia dalam konsernya David Foster & Friends 28 Oktober 2011 di Plenary Hall JCC, Jakpus), Randy Martin (Juara 1 Idola Cilik Seleb Duo RCTI 2009), Ellyn Clarissa (Juara 1 Aku Princess di RCTI), Victoria Felice (Semi finalis Indonesia’s Got Talent Indonesiar), hingga artis internasional Agnes Monica.

Tak hanya sampai disitu, prestasi murid KBL juga eksis di internasional, yaitu dengan mengikuti ajang World Championship Of Performing Arts (WCOPA) pada Juli 2015 lalu di California, USA. Ajang WCOPA diikuti oleh 55 negara dan KBL terpilih sebagai scout mewakili Indonesia di ajang olimpiade seni tersebut.

Dalam ajang tersebut, KBL mendapatkan predikat Grand Champion Performer of the world dan mendapatkan 30 medali, terdiri dari 9 emas, 9 perak dan 12 perunggu yang diwakili oleh 16 tim murid KBL. Di bulan Juli 2016 besok, murid KBL akan kembali bertanding dalam ajang ini.

Karyawan KBL

Feibe mempekerjakan 70 orang karyawan yang disebar dalam 14 cabang. Setiap KBL memiliki instruktur senior, instruktur vokal, instruktur koreografi dan staf kantor. Untuk kepala instruktur langsung dipegang oleh Lucky. Para staf dan instruktur memperoleh gaji antara Rp. 2,5 juta hingga Rp. 8 juta per bulan.

Agar para pengajar di KBL benar-benar berkualitas, Feibe dan Lucky tak asal merekrut instruktur musik. Khusus instruktur vokal, harus memiliki skill dasar di bidang teknik menyanyi. Agar lebih terampil, biasanya instruktur vokal dilatih terlebih dulu oleh Lucky selama 6 bulan.

Tak hanya itu, secara berkala instruktur vokal juga diberi training khusus dengan mengikuti pendidikan dan perkembangan teknik vokal musik dunia. Hal ini dilakukan agar para instruktur vokal KBL memiliki kemampuan mengajar dengan baik dan tetap update dengan musik yang tengah menjadi hits. Para instruktur senior dan vokal tersebut diambil dari lulusan musik dan seni.

Pemasaran

Feibi dan Lucky melakukan pemasaran dengan menyebar brosur di kawasan sekitar lokasi KBL. Selain itu mereka juga aktif melakukan pemasaran dari mulut ke mulut. Agar lebih banyak mendapatkan konsumen, Feibe juga menawarkan berbagai promo potongan harga.

Biasanya promo ini dilakukan saat KBL mengadakan show di beberapa tempat maupun ketika ulang tahun KBL. Selain itu, layaknya member get meber, Feibe akan memberikan reward sebesar Rp. 100 ribu bagi para murid yang berhasil mengajak temannya untuk ikut kursus di KBL.

Dengan strategi pemasaran dan materi yang menarik seperti itu, tak heran jika usaha les vokal ini berhasil memiliki cabang sebanyak 14, yakni KBL Kelapa Gading, KBL Pantai Indah Kapuk, KBL Permata Buana, KBL Central Park, KBL Taman Palem, KBL Intercon, KBL Cibubur, KBL Pluit, KBL BSD, KBL Gading Serpong, KBL Bintaro, KBL Kemang, KBL Fatmawati, KBL Bekasi.

Satu lokasi cabang KBL mampu menghasilkan omset sebesar Rp. 150 juta dengan keuntungan bersih mencapai 42%. Kedepannya, Feibe ingin mengembangkan KBL tak hanya sebatas tempat les vokal saja, tapi juga manajemen artis, sehingga lulusan KBL akan mudah tersalurkan ke dunia hiburan.

Kendala usaha

Kendala usaha yang sering dihadapi dalam bisnis ini adalah konsistensi jam pelajaran dan kedatangan instruktur musik. Ketika ada instruktur yang datang telat, proses belajar jadi sedikit molor, dan ini pun mengundang protes dari para orang tua murid les. Untuk mengatasi hal itu, Feibe selalu mengevaluasi kinerja para instruktur setiap bulannya.

Demikianlah ulasan saya mengenai les vokal dan musik KBL. Mungkin anda bisa menjadikannya sebagai referensi dalam mencari tempat les musik terutama vokal atau menjadikannya sebagai referensi dalam membangun sekolah musik.

Referensi Tabloid Peluang Usaha Edisi 07 Th XI Maret 2016

Pencarian peluang usaha terbaru lainnya :

  • biaya kursus vokal
  • harga les vokal
  • biaya les vokal
  • les vokal
  • biaya les vokal di surabaya
  • les vokal jakarta
  • biaya les vokal kbl
  • kursus vokal bertha
  • kursus vokal
  • biaya les vokal di jakarta
author
PeluangUsahaTerbaruku.com memberikan beragam artikel bisnis dan kewirausahaan yang bisa anda jadikan inspirasi dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Leave a reply "Les Vokal Dan Musik KBL Cetak Banyak Bintang"