Tips Sukses Di Bisnis Apapun Yang Anda Geluti

Tips sukses bisnis – Semua orang ingin menjadi sukses, entah itu sebagai karyawan ataupun pengusaha. Karena blog ini membahas tentang usaha dan berbagai seluk beluknya, maka yang akan kita dalami di sini adalah mengenai kesuksesan dalam membangun bisnis atau usaha.

Diperlukan kiat-kiat khusus untuk mengantarkan seseorang sukses menjadi pengusaha. Maka dari itu, banyak diadakan seminar cara jadi pengusaha sukses di luaran sana. Karena memang diperlukan tips khusus untuk memotivasi dan mempercepat kesuksesan.

tips sukses bisnis

Ilustrasi tips sukses bisnis / gambar via briantracy.com

Sebenarnya, tips sukses bisnis itu intinya sama, yang membedakan adalah pada aplikasi pelaksanaan. Karena tiap-tiap usaha memiliki model yang berbeda, ada bisnis rumahan, bisnis ibu rumah tangga, hingga bisnis online. Sehingga diperlukan penyesuaian terhadap tips sukses bisnis secara umum.

Pada dasarnya, tips sukses bisnis bisa dibagi dalam 4 tahap. Dimulai dengan tips persiapan usaha, penentuan harga jual, strategi usaha, serta kendala dan solusi memulai usaha.

Tips sukses bisnis

*Persiapan usaha*

  1. Inovasi ide

    Anda harus bisa menemukan ide yang inovatif, ide yang baru, segar dan beda dari yang lain. Hal ini akan membuat bisnis yang anda jalankan cepat berkembang. Anda bisa mendapatkan inspirasi usaha dari yang sudah ada. Bisa juga dengan melihat potensi dari lingkungan sekitar.

  2. Rencana bisnis

    Setelah muncul ide, anda juga harus membuat rencana bisnis. Tulis dan gambarkan secara jelas tentang pelaksanaan ide anda. Dengan adanya rencana, langkah anda akan semakin mudah dan matang.

  3. Perekrutan karyawan

    Jangan tergesa-gesa untuk menemukan karyawan. Pastikan mereka terseleksi dengan baik sesuai standar dan rencana bisnis yang anda buat. Karyawan yang baik akan mendukung visi dan misi yang anda rencakan. Jadi, jangan sampai karyawan malah menghalangi visi misi tersebut.

  4. Menjadi yang terbaik

    Dalam merintis usaha, anda tidak boleh setengah-setengah. Harus dengan sekuat tenaga, terlebih usaha belum benar-benar jalan dan tersistem. Pastikan pelayanan yang baik pada semua pelanggan, karena dari sinilah usaha anda dapat menyebar dan berkembang.

*Penentuan harga jual*

  1. Tujuan usaha

    Sebelum menentukan harga jual, anda harus tahu tujuan usaha yang ingin dicapai. Apakah mendapatkan balik modal, keuntungan dengan presentase tertentu, arus kas yang lancar, menguasai pasar, dan lainnya. Dengan kejelasan tujuan ini, harga jual akan mudah ditentukan.

  2. Biaya produk

    Jangan lupa juga untuk menghitung biaya produksi. Mulai dari harga pokok pembelian, biaya pokok produksi, biaya pengembangan usaha dan lain-lainnya. Hal ini juga akan mempermudah penentuan harga jual. Tentukan harga jual sesuai target market. Jangan terlalu mahal, juga jangan terlalu murah. Harus tetap profit!

  3. Karakteristik produk

    Ini merupakan sifat dari produk anda. Bisa dilihat dari daya tahannya, kualitas, hingga porsi produk dalam pasar. Anda harus mengetahui benar karakter produk yang anda buat, karena hal ini juga akan berpengaruh pada harga jual.

*Strategi penjualan*

  1. Inovasi produk

    Kalau di atas ada inovasi ide, di sini ada inovasi produk. Produk yang tidak mengalami inovasi akan mudah digilas oleh pesaing di pasaran. Jadi, buatlah inovasi yang unik. Anda bisa membaca referensi inovasi di blog ini. Bisa dengan melihat video youtube, film, liputan di tv dan sebagainya.

  2. Lakukan quality control

    Quality control adalah usaha untuk memastikan bahwa produk yang diterima konsumen benar-benar berkualitas. Dalam hal ini, anda perlu melakukannya secara berkala.

  3. Evaluasi produk

    Anda bisa meminta konsumen untuk membantu anda dalam evaluasi produk. Minta masukan dari konsumen, apakah produk yang anda buat sudah sesuai dengan permintaan pasar atau belum.

  4. Analisis pesaing

    Seperti agen rahasia, kita juga perlu memata-matai produk pesaing. Tentu bukan untuk hal yang negatif. Tujuannya adalah sebagai masukan terhadap produk kita. Mungkin ada yang perlu ditambah. Sehingga kita tidak terlampaui jauh oleh pesaing.

  5. Pilih lokasi strategis

    Pilih tempat jualan yang sekiranya banyak terdapat orang-orang. Bisa di dekat kantor, kampus, mall, tempat nongkrong, rumah sakit dan lain sebagainya.

  6. Buat merk

    Merk disebut juga brand. Bila brand anda kuat, maka produk anda otomatis akan dicari konsumen. Sekarang coba, apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata “pasta gigi”? Apa yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata “sepeda motor”?

    Mayoritas orang di tempat saya berpendapat bahwa pasta gigi itu ya pepsodent. Sedangkan motor itu ya honda. Padahal, itu hanya merk, brand. Namun karena brandingnya kuat, maka menjadilah mindset di pikiran. Itulah kekuatan merk.

  7. Evaluasi karyawan

    Jika ada evaluasi produk, adakan juga evaluasi karyawan. Karyawan anda harus di training (latih) agar bisa bekerja sesuai harapan. Setelah itu, jangan lupa juga untuk mengadakan evaluasi berkala terhadap karyawan-karyawan anda.

  8. Promosi besar-besaran

    Lakukan promosi yang masif (besar-besaran) terhadap usaha anda. Selain promosi secara offline, dengan spanduk, brosur, lakukan juga promosi secara online. Gunakan media sosial seperti facebook, twitter serta instagram untuk berpromosi. Jangan lupa juga untuk membuat website agar usaha terlihat lebih bonafif.

  9. Buat paket produk

    Isitlah lainnya adalah bundling produk. Lihatlah telkom yang membundling indie home dengan speedy. Sekarang pasang speedy sudah termasuk indie home, biarpun kita belum terlalu butuh atau malah tidak butuh indie home. Bundling produk dapat meningkatkan omset penjualan anda.

  10. Lihat segmen pasar

    Jika segmen dan karakteristik pasar dapat anda ketahui dengan baik, maka anda bisa menerapkan model penjualan tertentu. Misal jual banyak harga hemat atau jual sedikit harga premium.

  11. Buat iklan testimoni

    Testimoni konsumen akan mempengaruhi kepercayaan konsumen lain terhadap produk kita. Jika masih sulit menemukan konsumen pertama, anda bisa memberikan produk tester secara gratis untuk memperoleh testimoni konsumen.

  12. Tetapkan target penjualan

    Targetkan penjualan anda, apakah harian, mingguan, bulanan atau malah mingguan. Semuanya itu harus tertarget secara jelas.

  13. Diskon

    Terapkan potongan harga untuk event tertentu. Misal harga spesial hari kemerdekaan, ulang tahun toko, hingga ulang tahun konsumen.

  14. Buat database konsumen

    Database adalah sekumpulan data. Anda wajib membuat data para konsumen anda. Bisa dimulai dari nama, alamat, nomor telepon dan lainnya. Tentang pembuatan database pelanggan, bisa anda baca lebih detail pada artikel berikut.

  15. Apresiasi terhadap konsumen

    Berilah penghargaan terhadap konsumen yang telah berbelanja pada toko anda. Misal dengan memberikan suvenir atau tambahan produk lain. Hal ini penting untuk meningkatkan tambahan pelanggan.

  16. Evaluasi total

    Setelah evaluasi produk dan karyawan, anda juga perlu melaksanakan evaluasi terhadap seluruh kinerja yang telah anda lakukan. Hal ini akan mempermudah dalam menentukan strategi penjualan yang akan datang.

*Kendala dan solusi*

  1. Tekad

    Tekad yang kuat tentu bagus untuk memulai suatu usaha. Namun yang perlu diingat, tekad juga harus dibarengi dengan kemampuan. Hal ini akan memudahkan anda untuk mengatasi berbagai tantangan di masa mendatang.

    Untuk memiliki kemampuan dalam usaha yang anda inginkan, anda bisa belajar langsung kepada orang yang sudah sukses di bidang tersebut. Bisa juga dengan belajar melalui internet, majalah atau sumber lainnya.

  2. Takut bangkrut

    Perasaan ini wajar dialami oleh manusia. Namun juga tak lantas menyiutkan semangat untuk membangun usaha. Solusi dari ketakutan ini adalah dengan banyak belajar. Sama seperti di atas, anda harus banyak belajar dari orang-orang yang telah sukses di bidang tersebut.

    Tak hanya dari orang-orang sukses, anda juga harus belajar dari orang-orang yang gagal. Orang-orang yang gagal dan kemudian mampu bangkit kembali mengukir kesuksesan.

  3. Takut tidak bisa membagi waktu

    Hal ini biasanya dialami oleh pengusaha yang masih merangkap sebagai karyawan. Dengan kata lain sebagai usaha sampingan karyawan. Memang benar jika menjadi karyawan sekaligus pengusaha, anda akan menjalani hari-hari yang super sibuk!

    Namun tak lantas hal tersebut menjadi halangan. Usaha sampingan karyawan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan karyawan. Sebagai solusi, anda harus bisa melakukan manajemen waktu yang baik.

    Misalnya hari Senin – Jum’at untuk urusan kantor. Anda harus komitmen dan berusaha sebaik mungkin mengerjakan tugas-tugas kantor di hari tersebut. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu adalah waktunya untuk fokus pada bisnis. Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

    Pembagian waktu ini haruslah tegas. Jangan ada korupsi waktu! Anda harus disiplin dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap waktu-waktu yang telah anda bagi.

    Lantas, kapan liburnya? 😀 Untuk masa-masa merintis bisnis, anda harus merelakan waktu libur di hari sabtu dan minggu. Toh ini tidak selamanya. Jika bisnis yang anda jalankan sudah tersistem dengan baik, anda bisa meninggalkannya dan mendelegasikan pada orang-orang yang tepat.

    Dengan begitu, anda akan kembali memiliki waktu libur di hari sabtu dan minggu. Namun yang perlu diingat, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan komitmen serta disiplin yang tinggi. Anda harus memiliki motivasi untuk selalu semangat menjalaninya. Baca : Cara cepat menggapai kesuksesan ala Joe Girard

Demikianlah artikel mengenai tips sukses bisnis di bidang apapun. Anda bisa mengkondisikannya sesuai model bisnis yang anda jalankan. Silakan berinovasi dan semoga bermanfaat :)

Pencarian peluang usaha terbaru lainnya :

  • cara bikin sprei
author
PeluangUsahaTerbaruku.com memberikan beragam artikel bisnis dan kewirausahaan yang bisa anda jadikan inspirasi dalam membangun dan mengembangkan usaha.
  1. author

    nur11 months ago

    kmn sy bs jual hasil panen jambu

    Reply
    • author
      Author

      Peluang Usaha Terbaru11 months ago

      Sebelumnya, jambu apa dulu yang dipanen nih? Jambu air kah? Atau jambu kristal? Atau jenis jambu lainnya? Secara umum, anda dapat menawarkan panen jambu anda kepada para pemilik toko buah, di pasar terdekat di daerah anda. Selain itu coba cari supplier buah, khususnya jambu. Mereka biasa order dalam jumlah banyak, maka dari itu, anda juga harus siap sedia.

      Mencari supplier perlu usaha dan ketekunan. Banyak-banyak bergaul dengan sesama petani jambu entah secara online maupun di dunia nyata, dapat memperluas jaringan anda yang ujung-ujungnya bisa mempermudah bertemu dengan supplier jambu.

      Anda juga bisa mencari supplier secara online, lewat facebook misalnya. Namun teliti dulu secara seksama jika ingin bekerjsa sama secara online. Jangan mudah tertipu.

      Coba jual jambu anda ke penjual rujak, selain itu juga restoran-restoran di sekitar anda yang menyediakan minuman berupa jus.

      Reply
  2. author

    Arbil10 months ago

    Saya ingin membuka usaha minuman, tapi saya masih bingung dengan pembuatan brand sekaligus pendaftarannya, kira2 bagaimana ya, langkah2nya dan untuk mendaftarkan produk saya

    Reply
    • author
      Author

      Peluang Usaha Terbaru10 months ago

      @ARBIL : Usaha minumannya seperti apa gan? Botol kah? Seperti teh botol, sprite? Atau minuman yang dijual di booth itu? Seperti es bubble, atau gimana?

      Untuk pembuatan brand, anda bisa mempertimbangkan 6 hal berikut :

      1. Target pasar
      Sesuaikan nama brand dengan pasar yang anda bidik. Anda harus mencari tau siapa mereka dan apa yang mereka suka. Misalnya, jika anda ingin bikin salon dengan target : perempuan muda, feminin, fashionable, kelas menengah atas, kira-kira manakah nama salon yang paling cocok untuk itu? Adi Salon, Tina Salon ataukah Angelina Salon?

      2. Terasosiasi oleh diferensiasi
      Hal ini berarti ketika orang mendengar merk anda, orang langsung ‘ngeh’ tentang produk anda. Apa spesialnya dengan produk lain. Contohnya Oseng Mercon. Mendengar nama oseng mercon, anda pasti langsung ngeh dengan cita rasanya yang pedasss.

      3. Hindari Singkatan Konsonan
      Selain sukar diingat, singkatan konsonan juga sulit terasosiasi oleh produknya. “Yuk kita ke toko buku ABC…!” Ternyata setelah sampai di sana berjejer toko bunga ACB, BAC, BCC, CBA. Duh pusing deh. mana yang bener ya?

      4. Hindari ANGKA
      Mirip singkatan konsonan, angka lebih sulit diingat dan juga tidak terasosiasi dengan produknya. Misal Bakpia Patok 35, 65, 75, 45, yang mana pionirnya?

      5. Bikin Aneh atau Nyeleneh!
      kalau saya sebut sebuah produk seperti ‘rawon’, apa yang langsung muncul dibenak anda? Yup, Rawon Setan! Sekalipun anda belum pernah mencicipinya, tapi namanya sudah ngetop karena nyeleneh dan aneh.

      Sesuatu yang nyeleneh tak harus berkonotasi negatif. Bisa saja anda bikin atau buka warung “Rawon Malaikat” di sebelah rawon setan. Kemudian beri tagline besar “Pilih Surga atau Neraka?” Laris tuh 😀

      6. Mudah Diucap atau Diingat
      Coba deh baca 10 kali dengan cepat: dasdusadisdesudusidsuds -> Keriting deh lidah. Untuk membuat brand yang mudah diingat, cukup dengan 2 hingga 4 suku kata. Misal : Toyota, Suzuki, Kawasaki.

      (Pembuatan brand di atas terinspirasi dari Buku Kitab Anti Bankrut karya Jaya Setiabudi)

      Mengenai langkah-langkah pendaftaran brand, ini berhubungan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tak hanya brand, dalam pendaftaran HKI perusahaan, mencakup juga logo dan identitas-identitas lainnya.

      Pendaftaran HKI di Indonesia bisa diurus ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Sebelum mendaftar, anda harus mencari tahu dulu apakah brand atau merek yang akan anda daftarkan, sudah ada yang memiliki atau belum. Bisa dicek di http://e-statushki.dgip.go.id

      Beberapa tahapan dalam pendaftaran brand ke HKI antara lain :

      1. Mengisi formulir pendaftaran merek yang dibuat rangkap empat, telah diisi lengkap dan ditanda-tangani oleh Pemohon atau Kuasanya;

      2. Memilih kelas dan jenis barang/jasa.

      3. Membayar biaya pendaftaran.

      4. Membuat surat pernyataan hak

      5. Melengkapi persyaratan : fotokopi KTP pemohon, legalisir akta pendirian badan hukum, fotokopi NPWP

      Untuk lebih jelasnya mengenai tata cara pendaftaran brand, silakan menuju ke http://www.dgip.go.id

      Reply
  3. author

    Marketing Kita3 months ago

    lalu bagimana untuk mempertahankan bisnis untuk tetap stabil dan mampu bersaing dengan kompetitor yang selalu bermunculan dari waktu ke waktunya??

    Reply

Leave a reply "Tips Sukses Di Bisnis Apapun Yang Anda Geluti"